Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Heru Budi Hartono

Bahaya...!!! Polusi Udara Jakarta Perlu Penanganan Serius...!!!

Tingkat pencemaran udara atau polusi di wilayah Jakarta sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan pernafasan makhluk hidup. Pemerintah perlu menangani polusi udara ini dengan serius dan sungguh-sungguh. indocomm (Jakarta). Peneliti Meteorologi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Deni Septiadi menilai penyemprotan air untuk menangani polusi udara bisa membuat kondisi polusi makin berbahaya. Menurutnya, strategi ini berpotensi membuat permukaan tanah terpecah sehingga justru lebih membahayakan manusia. Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku akan menghentikan penyemprotan jalan menggunakan air, jika hal itu justru memicu peningkatan konsentrasi Partikulat Meter (PM) 2,5 terkait polusi udara. Heru Budi Hartono akan segera meminta saran kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, terkait penyemprotan air ke jalan. "Nanti akan dibahas. Kalau ...

Munas REI XVII, Presiden Jokowi: REI Terus Memperkuat Kolaborasi dengan Pemerintah

  Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) XVII, di Grand Ballroom Hotel Sheraton, Gandaria City, Jakarta, Rabu, (9/8/2023. indocomm (Jakarta). Presiden Jokowi mengingatkan REI untuk memperhatikan pentingnya dampak sosial dan lingkungan dalam membangun sebuah kawasan perumahan. Presiden tidak ingin pembangunan kawasan perumahan baru, justru menimbulkan masalah bagi kawasan lain di sekitarnya. "Saya minta REI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Bantu rakyat kecil untuk memiliki hunian sehat dan layak dengan Program Sejuta Rumah,” ujar presiden dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada REI yang anggota-nya terus berkembang sangat pesat dari 300 perusahaan pada tahun 1972 menjadi 6.400 perusahaan saat ini. “Perkembangannya sangat pesat sekali, dan isinya dimulai dari yang kelas kakap ada, kelas sedang ada, kelas kecil sampai kelas teri ada se...