Skip to main content

Posts

Showing posts with the label hadist

MEMAAFKAN DAN HIDUP BERMANFAAT (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 29)

  Renungan Ramadhan Hari ke 29 indocomm.blogspot.com MEMAAFKAN DAN HIDUP BERMANFAAT Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Salah satu nilai-nilai luhur ajaran Islam ialah Islam mengajarkan setiap manusia (baik muslim maupun non muslim) untuk saling memaafkan. Allah SWT akan memuliakan derajat seseorang yang ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan merupakan salah satu sifat Rasulullah SAW. Beliau selalu memaafkan orang yang membenci dan menyakiti perasaannya. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tetap berbuat baik kepada orang lain, meskipun orang tersebut membalasnya dengan kejahatan. Dalam sebuah riwayat, HR Ibnu Hibban menerangkan, “Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya. Beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban). Para sahabat, bila kita dibenci, dihina, dilecehkan, dimusuhi, direndahkan oleh orang lain...

MEMAHAMI TAFSIR HADIST DENGAN BENAR (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 28)

  Renungan Ramadhan Hari ke 28 indocomm.blogspot.com MEMAHAMI TAFSIR HADIST DENGAN BENAR Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Bagi para sahabat yang suka mengutip hadist-hadist Rasulullah SAW untuk panduan hidup beragama, perlu berhati-hati dan wajib bersumber dari uraian ahli tafsir hadist yang kompeten, agar terhindar dari kekeliruan dalam menafsirkannya. Hadist merupakan sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW, berupa Qouly (Ucapan), Fi’ly (Perbuatan), Taqrir (Ketetapan), Hammiyah (Keinginan atau Hasrat), dan Siffah (Sifat). Dalam mensyarah hadist (dalam bentuk tertulis), para ulama menggunakan empat metode, yaitu metode tahlili (analitis), metode ijmali (global), metode muqarin (perbandingan), dan metode maudhu’i. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini, maka sangat mungkin akan muncul metode baru untuk memahami hadist. Untuk memahami hadist, ada dua metode yaitu tekstual dan kontekstual. Metode tekstual menekankan pembahasan dari perspektif ...

Hak Mutlak Tuhan ( RENUNGAN PUASA RAMADHAN HARI KE 8)

RENUNGAN RAMADHAN HARI KE 8 indocomm.blogspot.com Hak Mutlak Tuhan Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Kalimat ‘berserah diri’ memiliki makna aktif serta rendah hati. Perjalanan umat muslim saat memulai puasa hingga saat berbuka merupakan wujud berserah diri umat muslim kepada Allah SWT dengan tulus dan ikhlas. Umat muslim yang berserah diri kepada Allah SWT akan terhindar dari rasa sombong, contohnya ketika dia sedang berpuasa, tidak menyebut-nyebut puasanya akan mendapat ganjaran pahala, masuk surga atau dirinya merasa lebih bersih dan suci seperti bayi baru lahir. Pahala dan surga itu hak mutlak Allah SWT. Salah satu nikmat Allah SWT yang sering dilalaikan umat muslim ialah nikmat berserah diri kepadaNya. Untuk menutup tulisan pendek ini, .mari sama-sama kita baca dan pahami firman Allah SWT dalam surat Surat An-Nahl, Ayat 81, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung...

Etika Berdoa (RENUNGAN PUASA RAMADHAN HARI KE 7)

  RENUNGAN RAMADHAN HARI KE 7 indocomm.blogspot.com Etika Berdoa Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raaf ayat 55-56, "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik" Setiap agama memiliki tatacara doanya sendiri-sendiri. Berdoa dapat menghindari manusia dari sikap sombong. Sebagian tokoh agama ada yang mengatakan bahwa doa yang dipanjatkan sebelum maupun sesudah ibadah akan mustajab dan dikabulkan Tuhan. Apa benar seperti itu? Bagi saya, doa bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja, selama seseorang menganut agama. Terkabul atau tidaknya doa, menjadi hak pre...

Tentang Ramadhan (Renungan Puasa Ramadhan Hari Ke 6)

RENUNGAN RAMADHAN HARI KE 6 indocomm.blogspot.com Tentang Ramadhan Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Puasa Ramadhan hukumnya merupakan fardhu (diwajibkan) untuk muslim dewasa, kecuali mengalami halangan seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, atau sedang menstruasi bagi perempuan. Kewajiban berpuasa bulan Ramadan turun pada bulan Sya'ban tahun kedua setelah hijrahnya umat muslim dari Makkah ke Madinah. Bulan Ramadan diawali dengan penentuan bulan sabit sebagai pertanda bulan baru. Selama berpuasa, umat muslim diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa. Pendekatan spiritual (taubat) ketika bulan Ramadan ramai dilakukan umat muslim. Berpuasa saat Ramadhan, bagi muslim, biasanya diikuti dengan memperbanyak salat sunnah dan salat malam serta membaca Al-Quran. Wasalam...

Berbagi Saat Ramadhan (Renungan Puasa Ramadhan Ke 5)

RENUNGAN RAMADHAN HARI KE 5 indocomm.blogspot.com Berbagi Saat Ramadhan Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Sebagian besar umat muslim Indonesia belum memahami dengan baik dan benar tentang aktivitas apa yang layak dilakukan saat puasa Ramadhan. Kegiatan umum umat muslim yang biasa dilakukan saat puasa Ramadhan diantaranya, membaca Al Qur’an, ibadah sunnah, sholat malam, tidur, nonton TV, mendengarkan musik, berinternet ria serta ngabuburit ke pusat-pusat perbelanjaan atau mall untuk membeli makanan atau minuman berbuka puasa. Semua kegiatan di atas boleh-boleh saja dilakukan, tetapi sifatnya lebih individual. Kalau kita telusuri lebih dalam, sebenarnya makna puasa Ramadhan ialah berbagi kebaikan antar sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan (manusia, hewan, tumbuhan dan semua benda ciptaanNya). Puasa Ramadhan mengandung dimensi individual dan sosial secara universal. Sebagai umat muslim yang ingin mendapatkan keridhoanNya dalam berpuasa, saya dan Anda wajib men...

Mukjizat Wudhu (Renungan Puasa Ramadhan Hari Ke 4)

RENUNGAN RAMADHAN HARI KE 4 indocomm.blogspot.com Mukjizat Wudhu Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Dalam tataran filosofis, wudhu merupakan proses penyucian diri seorang umat muslim sebelum menghadap Allah SWT (sholat). Fungsi wudhu sebagai pelebur dosa yang menempel pada tubuh manusia yang terbasuh dengan air atau tanah (tayammum). Kesempurnaan wudhu, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan sholat yang pada akhirnya mendatangkan kemuliaan bagi seorang umat muslim. Secara fisik wudhu juga menyegarkan seluruh tubuh. Wudhu merupakan penanda seorang umat muslim mengagungkan sifat Maha Suci Allah SWT. Saya ingin mengutip firman Allah SWT, tentang wudhu dalam surat Al Maidah ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat ...

Doa Berbuka Puasa (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 3)

RENUNGAN RAMADHAN HARI KE 3 indocomm.blogspot.com Doa Berbuka Puasa Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Doa berbuka puasa yang dipakai umat muslim, baik di Indonesia maupun belahan negara lainnya di dunia, ada dua. Setiap umat muslim punya hak untuk memilih salah satu diantara dua doa tersebut sesuai keyakinannya. Namun, ada juga umat muslim yang memakai kedua doa tersebut saat berbuka puasa. Dua versi doa berbuka puasa yang dibaca Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam riwayat Bukhari dan Muslim ialah: Doa Berbuka Puasa Menurut HR Bukhari dan Muslim yaitu: "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin". Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang." Doa Berbuka Puasa Menurut HR Abu Daud yaitu: "Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah". Artiny...

Islam Aktual

Islam Aktual Apa itu Islam aktual? Dalam pandangan saya pribadi (maaf bila keliru), Islam aktual ialah menafsirkan dan menerapkan ajaran islam sesuai dengan kondisi dan situasi aktual kehidupan sosial. Lantas siapa yang bisa menafsirkan secara tepat ajaran Islam aktual? Pastinya para ahli tafsir yang memiliki kedalaman ilmu agama dan mampu melihat sisi terdalam kandungan atau ajaran yang ada dalam Al Qur’an maupun Hadist. Perdebatan klasik yang saat ini sedang ramai dibicarakan di sosial media ialah soal panggilan sholat atau azan yang menggunakan pengeras suara. Ingat yaa... bukan PELARANGAN AZAN, tapi pengeras suara azan yang diperdebatkan. Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk bagi manusia (khususnya umat muslim) sampai akhir zaman. Itu artinya bahwa semua kandungan atau ajaran yang ada dalam Al Qur’an maupun Hadist isinya tentu saja mengikuti perkembangan zaman dan tidak ditafsirkan secara kaku. Panggilan azan boleh-boleh saja dilakukan dengan pengeras suara dengan c...