Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kapolri

Prahara Berdarah Jenderal Bintang Dua

  Prahara Berdarah Jenderal Bintang Dua SAKSIKAN TAYANGAN VIDEONYA DI: https://youtu.be/tJDPHswxm1U Sampai hari ini kasus pembunuhan seorang Brigadir polisi terus diberitakan media massa, dibicarakan sosial media dan menarik perhatian publik. Kasus yang berawal dari isu tembak-menembak antar anggota polisi akibat adanya dugaan perselingkungan ini, semakin melebar ke berbagai masalah kriminal lainya, seperti setoran uang judi online ke aparat hukum, jaringan bisnis narkoba, wanita simpanan, pencurian uang via ATM, cinta segitiga, hedonisme dan gaya hidup mewah oknum aparat polisi, backing bos judi besar, peristiwa KM 50 sampai ke bunker penyimpanan uang yang jumlahnya sangat fantastis yaitu diperkirakan mencapai 900 miliar rupiah lebih. Seorang Jenderal bintang dua yang menjadi peran utama dalam film ini sudah jadi tersangka. Bukan itu saja, istri sang jenderal dan puluhan polisi lainnya dengan strata pangkat dan jabatan yang berbeda-beda, juga terseret dalam kasus berdarah ini. Ka...

Operasi ‘Mata Dajjal’ Kapolri Jenderal Idham Aziz

Kapolri Jenderal Idham Aziz mempunyai tanggung jawab besar untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang terjadi tanggal 11 April 2017 silam. Mau tidak mau dan suka tidak suka, Kapolri memiliki beban moral untuk meneruskan perjuangan Tito Karnavian dalam memburu dalang dan pelakunya. Secara tegas dan jelas, Jenderal Idham Azis berjanji akan mengusut tuntas kasus penyerangan Novel Baswedan. Janji itu dikatakannya saat dia konferensi pers bersama Ketua KPK Agus Rahardjo, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11/2019) lalu. Idham mengatakan, pengusutan kasus Novel akan dilakukan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) baru. Dia juga berjanji akan mencari perwira terbaik untuk membongkar kasus ini. Di sisi berbeda, politisi PDIP Dewi Tanjung justru menuding kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan merupakan rekayasa dan dia sudah melaporkan tudingannya itu ke Polda Metro Jaya. Dewi berpendapat, Novel telah merekayasa peris...