Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Nahdlatul Ulama

Wasathiyah Wujud Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Dialog Media: Wawan Kuswandi Bersama Gus Nadir)

indocomm.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UC7G6A3XMrHFCbHyo-k_XnIA Wasathiyah Wujud Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Dialog Media: Wawan Kuswandi Bersama Gus Nadir) Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Tulisan Ini sudah terbit di geotimes.id https://geotimes.id/opini/wujud-islam-rahmatan-lil-alamin-gus-nadir-islam-wasathiyah/ Pernyataan Nadirsyah Hosen atau biasa disapa Gus Nadir tentang ‘Islam Wasathiyah itu Moderat’ yang dimuat media online Gatra.com (27 Mei 2019) sangat menarik sekaligus menohok kelompok Islam radikal yang saat ini sedang bertebaran di sejumlah negara di Timur Tengah dan juga sedang terjadi di Indonesia. Dalam pandangan saya, pernyataan itu merupakan respon Gus Nadir terhadap terjadinya kekisruhan politik di Indonesia yang mengatasnamakan Islam. Dosen di fakultas hukum Monash University Australia ini menegaskan, Islam Wasathiyah sebagai Islam moderat bisa menjadi pedoman bagi muslim Indonesia dan dunia agar terhindar dari kekisruh...

Efek Nasi Tumpeng Film The Santri

Klik judul ini : Efek Nasi Tumpeng Film The Santri Film The Santri luar biasa, yuk simak ulasan Wawan Kuswandi, trim guys… LIHAT JUGA: Indocomm.blogspot.co.id www.facebook.com/INDONESIAComment/ plus.google.com/+INDONESIAComment @INDONESIAComment @INDONESIACommentofficial @wawanku86931157 ICTV Televisi Inspirasi Indonesia THE WAWAN KUSWANDI INSTITUTE #INDONESIAComment Foto: Ist

Pesan Moral Film The Santri, Islam itu Rahmatan ‘Lil Alamin

Segelintir pengikut khilafah kalang kabut setelah melihat trailer film The Santri. Mereka protes, tapi tak ada pengaruhnya sedikitpun. Film The Santri langsung mendapat banyak pujian dari umat muslim, kenapa? Karena film bergenre drama religius ini membawa pesan moral ajaran Islam yang Rahmatan ‘Lil Alamin. Efek nasi tumpeng dalam film The Santri membuat penggila khilafah terkapar berat. Film ini memang belum tayang di bioskop, namun trailernya yang sudah dirilis melalui YouTube menuai protes keras, ketika adegan Wirda Mansyur (putri ustadz Yusuf Mansur) masuk ke gereja untuk memberikan nasi tumpeng kepada pastur yang memimpin ibadah jemaat. Salah satu pemrotes film ini adalah Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI), Hanif Alathas yang juga menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Seketika itu juga, Tagar #BoikotFilmTheSantri menjadi trending topic di jagat twitter Indonesia. Film The Santri merupakan hasil kerja bareng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) den...

Islam ‘Rahmatan Lil Alamin’ [ Merespon Pernyataan Gus Nadir Tentang ‘Islam Wasathiyah itu Moderat’ ]

Pernyataan Nadirsyah Hosen atau biasa disapa Gus Nadir tentang ‘ Islam Wasathiyah itu Modera t’ yang dimuat media online Gatra.com ( 27 Mei 2019 - Baca: https://www.gatra.com/detail/news/418616/lifestyle/nadirsyah-hosen-islam-wasathiyah-itu-moderat-tanpa-kehilangan-prinsip ) sangat menarik sekaligus menohok kelompok Islam radikal yang saat ini sedang bertebaran di sejumlah negara di Timur Tengah dan juga sedang terjadi di Indonesia. Dalam pandangan saya, pernyataan itu merupakan respon Gus Nadir terhadap terjadinya kekisruhan politik di Indonesia yang mengatasnamakan Islam. Dosen di fakultas hukum Monash University Australia ini menegaskan, Islam Wasathiyah sebagai Islam moderat bisa menjadi pedoman bagi muslim Indonesia dan dunia agar terhindar dari kekisruhan politik yang selalu membawa-bawa Islam.  Menurut Gus Nadir yang juga Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Australia dan Selandia baru ini, Islam Wasathiyah menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluru...

Soal Puisi 'Doa Yang Tertukar', Fadli Zon Harus Minta Maaf ke KH Maimun Zubair

Puisi ‘Doa Yang Tertukar’ karya Fadli Zon terus mengundang kecaman dan tekanan dari ribuan santri dan para ulama NU di seluruh Indonesia. Puisi itu diduga kuat merupakan sikap Fadli Zon untuk melecehkan kiai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair (mbah Moen). Sampai detik ini Fadli Zon menolak untuk minta maaf secara terbuka dengan alasan bahwa puisi itu bukan ditujuan untuk mbah Moen. Apapun alasan Fadli, puisi itu sudah membuat umat Islam marah dan sejumlah tokoh agama NU kecewa. Wajar saja bila warga NU yang tersebar di berbagai pesantren dan beberapa komunitas kiai NU merasa terpanggil untuk memberi ‘pelajaran’ kepada Fadli Zon yang dinilai mereka tidak tahu soal etika keumatan, sopan santun dan tidak menghormati warga NU. Puisi Fadli memang tidak menyebutkan nama mbah Moen. Tampaknya Fadli memang sengaja ingin memainkan sisi psikologis warga NU dengan memakai teori propaganda politik Name Calling. Ada kesan Fadli Zon menantang warga dan kiai NU dalam kancah...