Skip to main content

POLLING ICTV: Kode Keras Buat Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani Harus Mawas Diri...!!!

Klik Cover 


Klik Link:


Hasil Polling ICTV yang dilaksanakan tanggal 25 Oktober sampai 1 November 2022 telah menghasilkan jawaban yang signifikan. Jawaban polling yang masuk jumlahnya mencapai 500 orang responden dari target 750 orang responden. Tingkat Kepercayaan pollling 95 persen. Margin of Error polling plus-minus 2,5 Persen.

Dari hasil polling sebanyak 84 persen pemirsa ICTV memilih Ganjar Prabowo, Puan Maharani hanya 10 persen dan 6 persen memilih tokoh lain seperti Mahfud MD, Jenderal Andika Perkasa, Prabowo Subianto, Erick Thohir dan Anies Baswedan.

Pemirsa ICTV menginginkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden resmi PDIP dengan alasan popularitas dan pengalaman Ganjar Pranowo dalam dunia politik yang sudah matang. Ganjar Pranowo dinilai mampu meneruskan program kerja Presiden Jokowi. Kinerja Ganjar Pranowo selama dua periode sebagai Gubernur Jawa Tengah mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

Sedangkan Puan Maharani dinilai pemirsa ICTV, belum banyak memiliki pengalaman politik. Sosok Puan Maharani dikenal publik hanya karena figur Megawati Soekarnoputri. Alasan lainnya yaitu masalah Gender. Indonesia masih belum saatnya dipimpin presiden wanita. Posisi yang tepat bagi Puan Maharani, menurut Permisa ICTV ialah sebagai Wakil Presiden atau Ketua Umum PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Tingginya elektabliitas Ganjar Pranowo dibandingkan Puan Maharani dalam Polling ICTV, tentu menjadi kode keras bagi Megawati Soekarnoputri.

Namun, perlu ketahui, hak untuk menentukan calon presiden resmi PDIP berada sepenuhnya di tangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP. Jadi, setinggi apapun elektabilitas Ganjar Pranowo, dia tidak akan menjadi calon presiden resmi PDIP, bila Megawati Soekarnoputri tidak mengusungnya.

Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri semestinya menyadari bahwa ada satu kekuatan besar yang dimiliki Ganjar Pranowo yaitu dukungan rakyat.

Pertanyaan pentingnya ialah, Apakah Megawati Soekarnoputri akan mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden resmi PDIP atau mengusung Puan Maharani hanya karena trah Soekarnoisme...? Kita tunggu saja....(wawan kuswandi/redIC)



Klik:

Yuk..Berdonasi ke INDOComm, Terima Kasih





Comments

Popular posts from this blog

[Satire] Anies Baswedan Pilih Mundur atau Dipecat

Kalau terbukti ada kejahatan anggaran yang disengaja dan terindikasi korupsi, maka Anies Baswedan harus memilih mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta dan menerima sanksi hukum atau dipecat secara tidak hormat. Usai sholat Jum’at (01/11/2019) kemarin, saya langsung meluncur ke kantor Kementerian Dalam Negeri untuk bertemu dengan Mendagri Tito Karnavian. Rabu sebelumnya, saya sudah membuat janji untuk interview Tito Karnavian seputar kasus dugaan kejahatan anggaran RAPBD DKI Jakarta 2020. Berikut petikan wawancara singkatnya. Indocomm : Apa pendapat bapak terkait skandal harga lem senilai Rp82,8 miliar yang masuk dalam RAPBD 2020 sementara Pemprov DKI Jakarta? Tito Karnavian : Saya sedang mempelajarinya secara serius. Saya telah melakukan kordinasi dengan Ketua DPRD DKI, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta KPK, tujuannya agar kita memiliki satu persepsi yang sama, sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat dan jelas, apakah benar ada kejahatan anggar...

Friksi Terselubung PR dan Media Massa

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Intan Permatasari Wartawati Senior   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirimkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR in...

PROFIL PUBLIK: Wawan Kuswandi, Sosok Jurnalis dan Pemerhati Komunikasi Massa Berkarakter Friendly

PROFIL PUBLIK Wawan Kuswandi, Sosok Jurnalis dan Pemerhati Komunikasi Massa  Berkarakter Friendly Wawan Kuswandi adalah sosok jurnalis dan pemerhati komunikasi massa yang memiliki karakter friendly. Dalam jagat jurnalistik, Weka (panggilan sehari-hari Wawan di kalangan teman-teman pers) sudah berpetualang sekitar  20 tahun lebih hingga sekarang.  Mengawali karirnya sebagai kuli tinta, Wawan bekerja di harian MERDEKA, Jakarta (1995-2005), kemudian mengembara ke Radio SPORT FM 89,35, Jakarta (2007), Majalah TAJUK, Jakarta (2008), dan sejumlah media massa lainnya sebagai penulis lepas, seperti harian SUARA PEMBARUAN, BISNIS INDONESIA, MEDIA INDONESIA, MONETER INDONESIA, BERITA YUDHA, JAYAKARTA, PROPERTY AND THE CITY, GEOTIMES.ID, IBTimes.ID, PropertiTerkini.com, HomePoint.ID, PojokProperti.com dan sejumlah media online lainnya. Berkat pengalamannya yang panjang sebagai jurnalis, Wawan mendapat kepercayaan penuh untuk mengisi posisi EDITOR SENIOR DI NEWSNET ASIA (NNA) Jepang,...