Skip to main content

Posts

Mau Tahu Masa Depan Ahok Usai Keluar Dari Penjara? Baca Buku ini

E-Book -  'Secangkir Opini Jakarta dan Ahok'  Oleh: Wawan Kuswandi Harga Rp 36.000 Sosok Ahok saat menjadi Gubernur Jakarta yang diulas dalam buku ini, telah menunjukkan bahwa Ahok berpeluang menjadi pemimpin Indonesia yang disegani dunia. Usai Ahok bebas dari penjara, akan banyak perubahan besar di Indonesia. Perubahan apa sajakah itu? Semua dibeberkan dalam buku ini. Baca dan segera pesan bukunya sekarang juga! PEMESANAN BUKU HUB. Dian (no.WA) : 0822 9857 2835    Prosedur Pembelian E-book 'Secangkir Opini Jakarta dan Ahok' Sebagai Berikut : 1. Tahap Pertama      Transfer biaya pembelian E-book @ Rp 36.000 ke Bank, silahkan pilih bank sbb:     Bank BCA No. Rek: 8830993097 atas nama: Wawan Kuswandi     Bank Mandiri No. Rek: 1230007519046 atas nama: Wawan Kuswandi 2. Tahap Kedua      Kirimkan bukti transfer ke tim marketing kami, Bu Dian di nomor WA 082298572835 dengan      ...

BUKU 'Secangkir Opini Jakarta dan Ahok' TELAH TERBIT, MILIKI SEGERA!

Buku ini menjadi referensi penting bagi siapa pun yang ingin mengetahui karakter asli warga Jakarta. Dalam buku ini diulas secara tajam berbagai problem Jakarta serta kekuatan dan kehebatan Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. UNTUK PEMESANAN Hub. Dian di nomor WA: 0822 9857 2835 Prosedur Pembelian E-book 'Secangkir Opini Jakarta dan Ahok' Sebagai Berikut : 1. Tahap Pertama     Transfer biaya pembelian E-book @ Rp 36.000 ke Bank, silahkan pilih bank sbb:     Bank BCA No. Rek: 8830993097 atas nama: Wawan Kuswandi     Bank Mandiri No. Rek: 1230007519046 atas nama: Wawan Kuswandi 2. Tahap Kedua     Kirimkan bukti transfer ke tim marketing kami, Bu Dian di nomor WA 082298572835 dengan             menyebutkan bahwa anda telah mentransfer biaya pembelian buku 3. Tahap Tiga     Kirimkan alamat email Anda untuk pengiriman E-book 4. Tahap Empat     E-book langsung diki...

Terkait Kartu Merah Amien Rais, Apa Kabar Kasus Alkes 2005?

Bukan Amien Rais namanya kalau segala ucapannya tidak kontroversial. Baru-baru ini, Amien Rais memuji aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Zaadit Taqwa, yang mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo. "Kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah (untuk Jokowi)," kata Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini, usai menghadiri diskusi ‘Kartu Kuning dan Gerakan Mahasiswa Zaman Now' yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Amien menilai, di sisa usia pemerintahan yang tinggal satu tahun ini, Jokowi telah gagal menyejahterakan rakyat. [ http://nasional.kompas.com/read/2018/02/07/18262811/amien-rais-saya-kasih-kartu-merah-untuk-jokowi ]. Sadarkah pak Amien Rais dengan apa yang diucapkannya? Pernahkah dia punya kasus yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi? Mari kita telusuri secara perlahan saja, kilas balik sebuah kasus korupsi yang menyebut-nyebut nama tokoh PAN i...

Kasus Korupsi e-KTP Membara, Mengapa Nama SBY Disebut?

Panasnya kasus mega korupsi proyek e-KTP semakin membara. Perhatian separuh bangsa ini tersedot untuk mengikuti proses persidangan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Bahkan, baru-baru ini, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan advokat Firman Wijaya ke polisi karena sang pengacara menyebut nama presiden ke-6 RI itu, ikut mengintervensi proyek e-KTP. Berdasarkan keterangan saksi, menurut Firman, proyek e-KTP dikuasai pemenang pemilu pada tahun 2009 yakni Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun, saksi yang dimaksud Firman adalah mantan politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir. Wajar saja, kalau bos besar Cikeas berang terhadap Firman Wijaya. Sejumlah oknum yang diduga kuat terlibat dalam kasus e-KTP, memang masih terus ditelusuri KPK. Mungkin saja KPK sudah memegang beberapa nama yang siap dicokok. Persoalannya hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, itu saja....

Pak Kapolri, Apa Kabar Kasus Rizieq Shihab dkk?

Pak Kapolri, apa kabar kasus Rizieq Shibab dan kawan-kawan (dkk), seperti Bachtiar Nasir, Novel Bamukmin dan Muhammad Al-Khaththath? Kok sepi-sepi aja sih. Sepertinya, penyelidikan dan penyidikan Polri sangat lambat atau kasus ini memang sengaja ‘digantung’ sambil menunggu waktu yang tepat untuk diumumkan kepada publik? Konon kabarnya, Rizieq Shihab asyik ‘ngendon’ di negeri Arab dan malas pulang ke Indonesia. Berbagai analisis teoritis muncul di sosial media membahas keberadaan Rizieq di negeri Arab.  Belum lama ini, seperti dikutip dari viva.co.id , Rizieq Shihab, mengeluarkan pernyataan bahwa dia menginginkan supaya peristiwa kemenangan pasangan calon kepala daerah yang mendapat dukungan besar dari gerakan-gerakan Islam di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, bisa terjadi juga di sejumlah daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2018. Hal yang hampir sama juga diutarakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath. Dia beru...

Darurat Narkoba dan Intoleransi

Ada dua ‘pertempuran’ sengit yang saat ini masih terjadi di Indonesia. Pemerintah, TNI dan Polri dari detik ke detik, terus membombardir peredaran narkoba dan  gerakan-gerakan intoleransi. Dua duel yang tak pernah berakhir ini, sudah banyak menguras kas negara. Jumlah penduduk yang terus bertambah dan semakin terbukanya akses teknologi sosial media (internet), membuat  Indonesia menjadi sasaran empuk para bandar dan pengedar narkoba. Peluang  ini tidak disia-siakan oleh jaringan narkoba nasional  maupun internasional. Berbagai bentuk penyelundupan barang ‘haram’ ini, terus merebak sampai ke pelosok-pelosok desa. Bahkan, target konsumennya juga sudah menembus sampai ke bocah-bocah sekolah dasar di  berbagai wilayah Indonesia. Segenap stake holder Indonesia kalang kabut dan gagap ketika menghadapi jaringan narkoba yang semakin menggila. Mengapa ini bisa terjadi? Tingginya peredaran narkoba di Indonesia,  bukanlah peristiwa luar biasa. Sejak ...

La Nyalla dan Enam Cacat Politik Partai Gerindra

Kancah politik nasional dalam pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019 semakin membara. Drama politik dalam negeri tak pernah sepi dari polemik pro dan kontra sejumlah politisi nasional. Perlahan tetapi pasti, rakyat mulai hanyut terbawa arus ‘debat kusir’ para politisi. Salah satu parpol yang diduga kuat sedang memainkan intrik dan siasat politik adalah Gerindra. Rakyat jadi semakin tahu ‘sepak-terjang’ manuver politik partai Gerindra. Bisa jadi, sebagian rakyat tidak percaya lagi dengan sejumlah politisi partai Gerindra. Bercermin dari ‘celotehan’ kasus mahar politik La Nyala Mattalitti, ternyata partai Gerindra memiliki enam cacat politik. Enam cacat politik partai Gerindra ini diprediksi bisa berdampak kepada rakyat akan menolak mendukung calon-calon pemimpin daerah yang diusung partai Gerindra dalam pilkada 2018 maupun pilpres 2019. Adapun ke enam cacat politik partai Gerindra itu ialah : 1. Mantan Ketua Kadin Jawa Timur, Ir. La Nyalla Mattalitti Mahmud mengak...