Skip to main content

Posts

PENGHUNI SURGA (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 22)

Renungan Ramadhan Hari ke 22 indocomm.blogspot.com PENGHUNI SURGA Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Semua makhluk hidup (tanpa kecuali) yang ada di alam semesta pasti menginginkan menjadi penghuni surga (ahlul jannah atau ashabul jannah), ketika saatnya kembali kepada Allah SWT. Begitu juga dengan pahala, semua makhluk hidup di jagat raya ingin mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT atas perbuatan baik yang dilakukannya selama hidup di dunia. Siapapun menolak masuk neraka dan sangat berharap dijauhi dari dosa. Perlu sahabat ketahui, masuk surga atau neraka serta mendapat ganjaran pahala atau dosa merupakan rahasia dan hak prerogatif Allah SWT. Jadi, saya hanya ingin mengatakan bahwa hindari pernyataan-pernyataan yang menyebutkan bahwa orang yang rajin beribadah pasti masuk surga. Orang yang rajin bersedekah pasti dapat pahala dan masuk surga. Orang yang selalu berbuat baik pasti dapat pahala dan masuk surga. Perempuan berhijab yang menjadi istri h...

The Wawan Kuswandi Forum: Ormas dan Parpol Islam Bukan Suara Umat Islam

 

The Wawan Kuswandi Forum: Hindari Demo

 

Bersedekah dengan Benar (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 21)

  Renungan Ramadhan Hari ke 21 indocomm.blogspot.com Bersedekah dengan Benar Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Sedekah merupakan pemberian sesuatu dari seseorang, baik muslim maupun non muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah tidak hanya berbentuk uang atau harta, namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik, termasuk doa. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk BERSEDEKAH SESUAI KEMAMPUAN dan itu termasuk sedekah yang paling utama. Namun faktanya, hampir sebagian besar umat muslim di Indonesia tidak memahami pelaksanaan sedekah dengan baik dan benar. Contohnya ialah mereka (para donatur) berbondong-bondong mendonasikan harta atau uangnya untuk membantu korban bencana alam atau korban perang di negara atau wilayah lain, sedangkan kehidupan masyarakat di sekitar para donatur itu ternyata masih banyak yang miskin (kelaparan) dan tidak mampu (cacat secara fisik). Se...

Penerima Kemuliaan Lailatul Qadar (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 20)

Renungan Ramadhan Hari ke 20 indocomm.blogspot.com Penerima Kemuliaan Lailatul Qadar Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Allah SWT akan memberikan kemuliaan kepada umat muslim saat malam Lailatul Qadar, Siapakah umat yang berhak menerima kemuliaan Lailatul Qadar? Allah Ta ‘ala berfirman, “Sesunguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS Al Qadr:1-5-97). Sebagian besar ulama Indonesia memiliki pendapat berbeda tentang definisi ‘malam kemuliaan’ Lailatul Qadar. Namun, mereka sepakat bahwa hal itu berkaitan erat dengan adanya perubahan atau pengaturan ketetapan Allah Ta’ala tentang takdir yang menyangkut hidup dan mati serta pelimpahan rezeki yang akan diterima manusia. Dalam...

LAILATUL QADAR (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 19)

Renungan Ramadhan Hari ke 19 indocomm.blogspot.com LAILATUL QADAR Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614   Tulisan ini sudah tayang di   https://geotimes.id/opini/lailatul-qadar/ Malam lailatul qadar adalah malam yang sangat penting dan ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Para tokoh agama di berbagai penjuru dunia, masih berbeda pendapat tentang makna dan tanda-tanda malam lailatul qadar. Namun, umumnya mereka berpendapat sama yaitu bahwa malam lailatul qadar adalah malam yang paling dimuliakan Allah SWT diantara malam-malam lainnya. Malam Lailatul qadar digambarkan sebagai malam yang lebih mulia dari seribu bulan serta merupakan malam turunnya Al Qur’an. Dengan merujuk dan mengartikan kata qadar sebagai kemuliaan, maka malam lailatul qadar adalah malam yang mulia karena di malam itulah Allah SWT untuk menurunkan Al Qur’an. Berdasarkan pengertian diatas itulah, maka seluruh umat muslim pada saat ramadhan mening...

Sejarah Shalat 5 Waktu (Renungan Puasa Ramadhan Hari ke 18)

Renungan Ramadhan Hari ke 18 indocomm.blogspot.com Sejarah Shalat 5 Waktu Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa WA: 081289349614 Shalat fardu 5 (lima) waktu adalah kewajiban bagi setiap umat muslim. Perintah shalat lima waktu disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 238, "Peliharalah semua shalat (fardu) dan salat Wusṭā. Berdirilah karena Allah SWT (dalam shalat) dengan khusyuk." Shalat lima waktu diwajibkan bagi umat muslim, saat Nabi Muhammad SAW tinggal di Makkah, sebelum hijrah ke Madinah. Tepatnya saat malam Isra’ Mi’raj, seperti diterangkan Ibnu Katsir rahimahullah, “Pada malam Isra’ Mi’raj, tepatnya satu setengah tahun sebelum hijrah, Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian secara bertahap, Allah SWT terangkan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, serta hal-hal yang berkaitan dengan shalat”. (Tafsir Ibnu Katsir 7/164). Kedudukan shalat fardu lima waktu sangat istimewa di sisi Allah SWT. Dalam mensyariatkan perintah shalat fard...