Skip to main content

Posts

[Fenomena Ketelak Agama] Benarkah Ada Ustadz Sampah?

[ TULISAN INI ADALAH OPINI PRIBADI ] Di lingkungan sekitar tempat orang tua saya tinggal, mayoritas warganya muslim. Sayangnya, sikap dan kelakuan mereka tidak mencerminkan seorang muslim. Mereka tidak saling menghormati antarsesama umat beragama, suku, ras dan antar golongan alias SARA. Mereka menilai, perbedaan SARA merupakan ‘musuh bersama’. Fenomena ketelak agama sedang terjadi di negeri ini. Saya yang sejak kecil tinggal di sana, tidak syok dengan kelakuan keji mereka, karena memang di lingkungan itu, mereka belajar ilmu agamanya dari sejumlah ustadz sampah. Untungnya, saya tidak belajar agama di sana. Kok ustadz sampah, maksudnya? Ustadz sampah memang ngak ada. Ustadz sampah hanya istilah yang saya buat sendiri karena merasa prihatin melihat sikap, tindakan, pernyataan dan ahlaq mereka yang jauh dari ajaran islam. Setahu saya, islam itu MENYEJUKKAN bukan MENYESATKAN. Bahkan, ajaran ustadz sampah nyaris mengikuti nafsu syetan. Jadi, apa dong ustadz sampah? Gampang kok...

Isu Dibalik Pembubaran HTI

Sebagian publik di negeri ini mungkin kaget bercampur gembira setelah mengetahui bahwa pemerintah Indonesia melalui Menkopolhukam Jenderal (purn) Wiranto membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kenapa hanya HTI yang dibubarkan, sedangkan FPI, FUI, GNPF-MUI dan sejumlah ormas radikal lainnya tidak? Saya sih, biasa-biasa saja mendengar HTI dibubarkan. Menurut sumber saya yang ngakunya pernah menjadi simpatisan di HTI [saya antara percaya dan tidak, namun info ini saya anggap saja sebagai data sekunder], sebenarnya pemerintah sudah mengamati dan mencium tindak-tanduk  HTI sejak tahun 2009 silam. HTI sudah menyiapkan Indonesia menjadi negara khilafah pada tahun 2019 mendatang. Namun, ketika itu (2009), sejumlah elit HTI terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama,  elit HTI yang pro NKRI menjadi negara khilafah. Sedangkan kelompok kedua, elit HTI yang kontra NKRI menjadi negara khilafah. Konflik internal dua elit di tubuh HTI ini terendus...

Awas HOAX, Berbahaya!

Ketika manusia frustasi karena keinginannya tidak tercapai, maka ada tiga   jalan   yang akan dilakukannya yaitu melakukan aksi demo, bunuh diri atau melakukan penyebaran informasi bohong alias hoax.   Banyak pakar IT, tokoh politik, kaum akademisi dan agamawan mengkhawatirkan tentang bahaya hoax di sosial media. Terlebih lagi bila hoax itu digunakan untuk kepentingan yang bersifat politis maupun keagamaan, contohnya ialah soal kasus dugaan penistaan Agama yang dituduhkan ke  Ahok dan banyaknya  info palsu soal kecamuk perang di Suriah. Definisi hoax ( Pemberitaan palsu   ) menurut Wikipedia bahasa Indonesia adalah  usaha untuk   menipu   atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa   berita   tersebut adalah   palsu . Kata hoax sebenarnya muncul pertama kali dikalangan netter Amerika. Kata hoax didasarkan pada sebuah judul film yang berjudu...

Netizen Pemuja Fitnah

Fitnah semakin merajalela di jagat sosial media. Fitnah terus membabi-buta menghantam kebenaran, kebaikan dan kejujuran manusia. Fitnah dapat dilakukan secara massal maupun individual. Fitnah tak mengenal SARA. Fitnah sangat kejam dan sadis.  Fitnah menjadi ideologi yang  sangat digemari sebagian besar netizen Indonesia. Fitnah dipuja dan dipuji para netizen. Tahukah kita bagaimana dahsyatnya bahaya fitnah, baik yang terucap secara lisan maupun yang tertulis di sosial media? Yang pasti manusia akan saling hujat. Efek paling buruk akibat fitnah adalah antar manusia saling bunuh? Allah SWT berfirman tentang fitnah dalam s urat Ali ‘Imran ayat 7 , “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat darip...

Isu Gender Dalam Cinta

Isu gender menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar perempuan  Indonesia dalam menyatakan rasa cintanya terlebih dahulu kepada laki-laki pujaan hatinya. ‘Ungkapkanlah rasa cinta Anda kepada orang yang Anda sayangi’. Kalimat diatas jelas berlaku sama, baik bagi laki-laki atau perempuan yang sedang merasakan nikmatnya jatuh cinta. Namun, semudah itukah seseorang (perempuan atau laki-laki) berani mengungkapkan perasaan cintanya? Anda pasti punya jawaban sendiri.  Inti persoalannya ialah apakah Anda berani mengakui dengan jujur dalam mengungkapkan perasaan cinta Anda kepada orang yang Anda sayangi? Atau mungkin juga Anda menyembunyikan rasa cinta itu rapat-rapat dalam hati karena faktor gengsi.  Dalam realitas kehidupan,  berkata jujur memang sulit.  Mengapa seseorang begitu sulit mengungkapkan rasa cintanya dengan jujur? Di  Indonesia, isu gender masih menjadi hal penting dalam masalah cinta.  Seorang perempuan diangga...

Perempuan & Ziarah Makam

Sebagian besar ulama Indonesia masih berbeda pendapat menyangkut ziarah makam yang dilakukan perempuan.  Lantas, perlukah seorang perempuan melakukan ziarah makam? Syaikh Ibrahim Duwaiyyan mengatakan, jika seorang perempuan secara kebetulan berjalan melewati kuburan dan dia memberi salam serta mendo’akan penghuni kubur, maka hal ini baik (tidak mengapa) sebab perempuan tersebut tidak sengaja melewati pekuburan” (Manar As Sabil Fi Syarh Ad Dalil). Sebagian besar ulama lainnya menegaskan bahwa perempuan tidak diperbolehkan melakukan ziarah makam karena kemungkinan besar akan terjadi hal-hal yang bisa bertentangan dengan syari’at islam. Misalnya, mereka menangis dengan keras, tabarruj (berhias), ikhtilath (bercampur baur dengan laki-laki), memamerkan perhiasan atau kecantikan, menjadikan kuburan sebagai tempat tamasya dan menghabiskan waktu dengan obrolan tidak berguna. Ada juga  ulama yang berpendapat  bahwa perempuan boleh melakukan ziarah makam...

Misteri Perempuan & Tidur

Tak banyak orang tahu bahwa antara perempuan dan tidur memiliki misteri yang sama. Berbagai kajian ilmiah terus digarap untuk mendapatkan jawaban. Hasilnya, hingga kini hubungan antara perempuan dan tidur masih menjadi teka-teki sepanjang zaman. Setelah  membaca judul diatas, saya menduga mungkin ada aura negatif yang terbersit dalam pikiran Anda. Bagi saya, hal itu wajar saja karena menyangkut perbedaan persepi. Namun, saya berharap pikiran Anda tidak bergerilya menembus sesuatu yang berkonotasi kotor terhadap artikel ini. Tidur dan perempuan atau perempuan dan tidur sudah menjadi kata ‘pasaran’ dalam kehidupan manusia. Seorang saintis dari England University of Technologi, Prof. DR Ray Meddis menolak keras sejumlah hasil penelitian ilmiah yang mengatakan bahwa waktu tidur ideal manusia adalah enam sampai delapan jam. Kualitas tidur tidak ditentukan oleh kuantitas waktu. Tidur berkualitas adalah tidur yang diawali  dengan mengantuk (dows...